KanalX, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Garuda Astacita Nusantara (GAN) kembali menyerukan pentingnya persatuan nasional dalam mengawal berbagai agenda pembangunan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.
Melalui seruan kebangsaan yang disampaikan kepada masyarakat luas, GAN menilai keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pemerintahan menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing.
Ketua Umum DPP GAN, Muhammad Burhanuddin, didampingi Sekretaris Jenderal Erlambang Trisakti, menegaskan bahwa tantangan pembangunan nasional saat ini membutuhkan semangat kebersamaan yang kuat. Menurutnya, berbagai program strategis pemerintah akan berjalan lebih optimal apabila mendapat dukungan dan partisipasi masyarakat dari berbagai lapisan.
Dalam pandangan GAN, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat pembangunan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat posisi bangsa di tingkat global. Namun, peluang tersebut harus dibarengi dengan stabilitas sosial dan politik yang terjaga dengan baik.
Muhammad Burhanuddin mengatakan bahwa perbedaan pandangan dalam kehidupan demokrasi merupakan hal yang wajar. Meski demikian, seluruh komponen bangsa diharapkan tetap menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun golongan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“GAN mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto. Keberhasilan pembangunan merupakan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa,” ujar Burhanuddin.
Selain mengajak masyarakat mendukung program pemerintah, GAN juga mengimbau seluruh elemen bangsa untuk terus menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di lingkungan masing-masing. Menurut organisasi tersebut, kondisi sosial yang harmonis merupakan modal penting bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi nasional.
GAN juga menilai bahwa kontribusi masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui dukungan moral, tetapi juga melalui pemikiran yang konstruktif. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk memberikan masukan, gagasan, dan saran yang membangun sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan visi Indonesia Emas.
Sekretaris Jenderal GAN, Erlambang Trisakti, menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dapat dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga, komunitas, dan organisasi sosial. Kegiatan-kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dinilai mampu memperkuat karakter kebangsaan sekaligus meningkatkan solidaritas sosial.
Di tengah derasnya arus informasi digital, GAN juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi. Organisasi tersebut menilai penyebaran hoaks, fitnah, maupun informasi yang belum terverifikasi dapat memicu perpecahan serta mengganggu kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu negatif yang beredar di media sosial, terutama informasi yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu stabilitas nasional dan merusak semangat persatuan bangsa.
Dalam seruan yang disampaikan kepada publik, GAN menegaskan lima poin utama, yakni mendukung program pemerintahan Prabowo-Gibran, menjaga suasana yang kondusif, memberikan pemikiran yang konstruktif menuju Indonesia Emas, aktif dalam kegiatan positif di lingkungan masyarakat, serta menolak berbagai upaya provokasi melalui penyebaran isu-isu negatif.
GAN meyakini bahwa keberhasilan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa. Dengan semangat gotong royong, optimisme, dan persatuan, organisasi tersebut berharap masyarakat dapat menjadi bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat pembangunan dan menjaga keutuhan NKRI.
“Indonesia membutuhkan energi positif dari seluruh rakyatnya. Dengan persatuan, kerja sama, dan dukungan terhadap pembangunan nasional, kita optimistis mampu mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas,” pungkas Muhammad Burhanuddin.












