Nasional

DPP GAN Apresiasi Langkah Sufmi Dasco Perkuat Kemandirian Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global

×

DPP GAN Apresiasi Langkah Sufmi Dasco Perkuat Kemandirian Ekonomi Nasional di Tengah Gejolak Global

Sebarkan artikel ini

KanalX, Jakarta.- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garuda Astacita Nusantara (GAN) menilai langkah Wakil Ketua DPR RI Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. dalam memperkuat sinergi kebijakan ekonomi nasional sejalan dengan agenda besar pemerintah untuk membangun kemandirian ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya persaingan global.

Ketua Umum DPP GAN, Muhammad Burhanuddin, mengatakan bahwa Indonesia saat ini berada pada fase penting pembangunan nasional yang membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat, stabil, dan berkelanjutan. Dalam situasi tersebut, koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter menjadi salah satu instrumen utama dalam menjaga arah pembangunan tetap berada pada jalurnya.

Menurut Burhanuddin, pertemuan strategis yang mempertemukan pemerintah, DPR RI, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan ekonomi merupakan langkah yang menunjukkan keseriusan negara dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Langkah tersebut tidak hanya penting untuk menjawab tantangan jangka pendek, tetapi juga untuk mempersiapkan masa depan ekonomi Indonesia.

Burhanuddin menjelaskan bahwa konsep kemandirian ekonomi yang saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan nasional bukan berarti menutup diri dari kerja sama internasional. Sebaliknya, kemandirian ekonomi adalah kemampuan suatu bangsa untuk berdiri kuat, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menghadapi berbagai tekanan eksternal tanpa kehilangan arah pembangunan.

DPP GAN memandang bahwa Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Kekayaan sumber daya alam, jumlah penduduk yang besar, bonus demografi, serta posisi strategis di kawasan Indo-Pasifik merupakan keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara.

Namun demikian, Burhanuddin menilai seluruh potensi tersebut hanya akan memberikan manfaat maksimal apabila didukung oleh kebijakan yang terintegrasi dan koordinasi yang kuat antar lembaga negara. Karena itu, sinergi yang dibangun melalui komunikasi intensif antara otoritas ekonomi menjadi sangat penting.

Menurutnya, salah satu tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana memperkuat fondasi ekonomi domestik agar tidak terlalu rentan terhadap gejolak ekonomi global. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, perubahan kebijakan ekonomi negara-negara besar, hingga dinamika pasar keuangan internasional menjadi faktor yang perlu diantisipasi secara serius.

Dalam konteks tersebut, DPP GAN mengapresiasi peran Sufmi Dasco Ahmad yang dinilai aktif membangun komunikasi lintas lembaga guna memperkuat koordinasi kebijakan nasional. Langkah tersebut dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui pendekatan yang kolaboratif dan terukur.

Burhanuddin mengatakan bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki kemampuan mengelola sumber dayanya sendiri secara optimal. Karena itu, agenda kemandirian ekonomi harus diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan yang mendukung penguatan industri nasional, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

DPP GAN menilai pembangunan industri dalam negeri menjadi salah satu prioritas yang perlu terus diperkuat. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk-produk luar negeri, tetapi harus mampu meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri yang kompetitif dan berorientasi ekspor.

Selain sektor industri, ketahanan pangan juga menjadi aspek yang sangat penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi. Menurut Burhanuddin, negara yang memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan lebih siap menghadapi berbagai krisis global yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Di sektor energi, Indonesia juga didorong untuk terus memperkuat kapasitas nasional melalui diversifikasi sumber energi dan peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. Langkah tersebut penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

DPP GAN juga menyoroti pentingnya penguatan sistem keuangan nasional sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi. Stabilitas sektor keuangan akan memberikan kepastian bagi dunia usaha, meningkatkan kepercayaan investor, serta menciptakan ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi.

Burhanuddin menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia. Karena itu, investasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan keterampilan harus terus menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional.

Menurutnya, bangsa-bangsa maju di dunia berhasil mencapai kemajuan bukan hanya karena kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, tetapi karena kemampuan mereka membangun manusia yang produktif, inovatif, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan.

DPP GAN meyakini bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai lompatan kemajuan apabila seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan dan fokus pada agenda pembangunan jangka panjang. Perbedaan pandangan politik tidak boleh mengganggu upaya bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Burhanuddin juga mengingatkan bahwa berbagai tantangan global harus dijadikan sebagai motivasi untuk memperkuat kapasitas nasional, bukan sebagai alasan untuk pesimis terhadap masa depan bangsa. Sejarah menunjukkan bahwa negara-negara yang berhasil maju adalah negara yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang.

Karena itu, DPP GAN mendukung berbagai langkah yang bertujuan memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi, meningkatkan efektivitas pembangunan, serta mempercepat terwujudnya kemandirian nasional dalam berbagai sektor strategis.

Menurut Burhanuddin, Indonesia memiliki seluruh syarat untuk menjadi negara maju apabila mampu menjaga stabilitas, memperkuat institusi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta terus mendorong inovasi di berbagai bidang.

DPP GAN optimistis bahwa kolaborasi yang dibangun antara pemerintah, DPR RI, Bank Indonesia, dan berbagai institusi ekonomi lainnya akan menjadi modal penting dalam mempercepat transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

“DPP GAN melihat langkah Prof. Sufmi Dasco Ahmad dalam memperkuat sinergi kebijakan ekonomi sebagai bagian dari upaya membangun fondasi kemandirian bangsa. Kami percaya bahwa Indonesia dapat menjadi kekuatan ekonomi dunia apabila seluruh elemen bangsa mampu bekerja bersama, memperkuat institusi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga semangat persatuan dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujar Muhammad Burhanuddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *