KANAL-X.COM, Tangerang, 12 Juni 2026 – Ustadz Maulana Basil Ar Salan, S.Pd.I mengajak umat Islam untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri menjelang berakhirnya bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah dan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid An-Najah Hall 5 ICE BSD City, Tangerang, Jumat (12/6/2026), di hadapan ratusan jamaah yang mengikuti ibadah salat Jumat.
Dalam khutbahnya, Ustadz Maulana mengawali dengan mengajak jamaah meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat, rahmat, dan karunia yang telah diberikan. Menurutnya, manusia diberikan kesempatan, kesehatan, dan kemampuan untuk menjalankan berbagai perintah Allah, termasuk melaksanakan salat Jumat secara berjamaah.
“Kita berharap semoga Allah SWT menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang pandai bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa, menurutnya, bukan hanya sebatas ucapan, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui ketaatan kepada Allah SWT dalam berbagai kondisi.
Memasuki Jumat terakhir bulan Dzulhijjah, Ustadz Maulana mengingatkan jamaah tentang tujuan utama penciptaan manusia sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Mu’minun ayat 115. Ayat tersebut menegaskan bahwa manusia tidak diciptakan secara sia-sia, melainkan untuk beribadah kepada Allah SWT dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh amal perbuatannya.
“Menjelang pergantian tahun Hijriah, sudah sepatutnya kita mengevaluasi diri. Sejauh mana hubungan kita dengan Allah SWT, sejauh mana ibadah yang telah kita lakukan, dan bagaimana hubungan kita dengan sesama manusia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Maulana juga mengutip nasihat ulama besar Syekh Nawawi Al-Bantani yang mengingatkan bahwa di antara sekian banyak nikmat yang diberikan Allah SWT, nikmat Islam merupakan anugerah terbesar yang wajib disyukuri.
Ia menjelaskan bahwa kesibukan seorang Muslim hendaknya menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap aktivitas yang dilakukan harus diawali dengan niat yang baik dan dilandasi nilai-nilai ibadah agar mendatangkan keberkahan.
“Yang akan ditanya bukan seberapa sibuk kita, tetapi untuk apa kesibukan itu digunakan,” tegasnya.
Selain itu, Ustadz Maulana mengingatkan jamaah agar menjadikan kematian sebagai pelajaran hidup. Menurutnya, setiap hari manusia menyaksikan kabar duka dari keluarga, kerabat, maupun tetangga. Namun sering kali peristiwa tersebut tidak menjadi pengingat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah.
“Kematian bukan hanya milik orang lain. Setiap jenazah yang kita lihat sejatinya adalah cermin bahwa suatu saat kita juga akan kembali menghadap Allah SWT,” ungkapnya.
Dalam penutup khutbahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki amal, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat. Ia juga memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan kesehatan, keberkahan rezeki, keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, anak-anak yang saleh dan salehah, serta umur yang panjang dalam ketaatan kepada-Nya.
“Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk golongan hamba yang mendapatkan husnul khatimah,” tutupnya.












