KANALX.COM, Intan Jaya, Papua Tengah – Ketua KNPI Kabupaten Intan Jaya, Marius Jagani, meminta pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya pasca insiden penembakan yang menimpa warga sipil di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, Marius Jagani mengaku prihatin atas kondisi keamanan di Intan Jaya yang menurutnya masih terus berdampak terhadap kehidupan masyarakat sipil sejak beberapa tahun terakhir.
“Kami dari KNPI Kabupaten Intan Jaya meminta pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan pemerintah daerah untuk mengevaluasi situasi keamanan yang terjadi saat ini, khususnya setelah adanya insiden penembakan terhadap warga sipil,” ujar Marius Jagani.
Ia menegaskan bahwa masyarakat sipil tidak boleh menjadi korban dalam konflik yang terjadi di Papua, terlebih ketika masyarakat sedang menjalankan aktivitas ibadah dan kegiatan sosial.
Menurutnya, peristiwa penembakan yang terjadi baru-baru ini menimbulkan rasa takut dan trauma di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang terlibat konflik agar mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan menjaga keselamatan warga sipil.
“Kami sangat kecewa karena masyarakat sipil kembali menjadi korban. Kami berharap semua pihak menahan diri dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” katanya.
Marius juga meminta aparat keamanan yang bertugas di Kabupaten Intan Jaya untuk menjalankan tugas secara profesional dan tetap memperhatikan kondisi masyarakat di lapangan.
“Kami meminta aparat keamanan, baik organik maupun nonorganik, agar menjalankan tugas sesuai aturan dan tidak mengambil langkah yang dapat berdampak terhadap masyarakat sipil,” lanjutnya.
Selain itu, KNPI Intan Jaya juga mendorong pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan keamanan di sejumlah daerah konflik di Papua Tengah agar penanganan situasi dapat berjalan lebih baik dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Marius Jagani menegaskan bahwa pemuda Intan Jaya menginginkan situasi damai sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas pendidikan, ibadah, dan kehidupan sehari-hari tanpa rasa takut.
“Kami ingin Intan Jaya aman dan damai. Pemuda berharap tidak ada lagi korban masyarakat sipil akibat konflik yang terjadi,” tutupnya.












