KANAL-X.COM, JAKARTA – Direktur PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), R. Mohamad Edwin, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam memperkuat integrasi infrastruktur energi dan ketenagalistrikan nasional. Komitmen tersebut sejalan dengan peran KJG dalam mendukung transportasi dan penyaluran gas bumi bagi kebutuhan pembangkit listrik.
Komitmen itu disampaikan Edwin setelah PT Kalimantan Jawa Gas menerima penghargaan Nusantara Electrification Award (NEA) 2026 dengan predikat “Pioneer of Strategic Energy Infrastructure Reliability”.
Penghargaan yang diselenggarakan Listrik Indonesia tersebut diberikan dalam malam penganugerahan di Ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (30/10/2026) malam.
Edwin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi perusahaan dalam mendukung pengembangan infrastruktur energi strategis di Indonesia.
Ia menilai, percepatan integrasi infrastruktur energi menjadi salah satu kebutuhan penting pemerintah untuk memperkuat keandalan pasokan energi, khususnya bagi sektor ketenagalistrikan.
“Kami melihat kegiatan seperti ini sangat baik, terutama dalam rangka mempercepat integrasi infrastruktur energi di Indonesia. Kita mengetahui bahwa program tersebut sangat dibutuhkan pemerintah. Sebagai salah satu perusahaan yang mendukung PT PLN (Persero), kami akan terus memberikan kontribusi dalam menunjang program tersebut,” kata Edwin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa KJG telah berkontribusi dalam mendukung penyaluran gas bumi untuk pembangkit listrik melalui jaringan pipa transmisi Kalija I.
Infrastruktur tersebut menghubungkan Lapangan Gas Kepodang dengan fasilitas penerimaan gas di Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.
Sejak 2015, jaringan pipa tersebut telah menjadi bagian dari infrastruktur pendukung penyaluran gas bumi untuk kebutuhan pembangkit listrik, termasuk PLTGU Tambak Lorok yang dikelola PT PLN Indonesia Power.
Edwin menegaskan, perusahaan akan terus berupaya menjaga kontribusinya dalam mendukung operasional pembangkit listrik melalui keandalan infrastruktur transportasi gas bumi.
“Kami akan terus memberikan kontribusi, khususnya untuk mendukung PT PLN Indonesia Power agar pembangkit di Tambak Lorok dapat beroperasi dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur energi yang terintegrasi membutuhkan kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan energi, hingga pemangku kepentingan di sektor ketenagalistrikan.
Melalui penghargaan NEA 2026, KJG berharap sinergi antarpelaku industri energi dapat semakin kuat sehingga mampu mendukung ketersediaan energi yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi KJG untuk terus memperkuat perannya dalam mendukung kebutuhan energi nasional.












